Green Energy Investment
Infografis ini menjelaskan tentang Green Energy Investment, yaitu pembiayaan atau investasi bank untuk proyek energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, air, panas bumi, biomassa, hingga proyek efisiensi energi dan waste to energy. Tujuan utama investasi ini adalah mendorong penggunaan energi bersih, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta mendukung transisi menuju ekonomi hijau. Skema ini termasuk dalam green lending, artinya bank memberikan pembiayaan khusus hanya kepada proyek yang dinilai ramah lingkungan, efisien energi, dan mendukung keberlanjutan. Penilaian tersebut menggunakan taksonomi hijau sebagai acuan, sehingga dana benar-benar mengalir ke proyek hijau yang layak, aman, dan berdampak nyata.
Infografis juga memaparkan bahwa investasi energi hijau memiliki sejumlah risiko utama. Dari sisi pasar, harga energi hijau masih sering kalah bersaing dengan energi fosil. Dari sisi teknologi, peralatannya mahal, cepat usang, dan membutuhkan perawatan khusus. Produksi listrik pun dapat tidak stabil karena sangat dipengaruhi cuaca dan kondisi alam. Secara finansial, proyek ini memerlukan biaya awal yang besar dan waktu pengembalian modal yang relatif panjang, sementara dari sisi regulasi, perubahan kebijakan energi dapat mengubah keuntungan dan kelayakan proyek. Meski demikian, beberapa bank di Indonesia sudah menerapkan green energy investment, misalnya BRI dengan pembiayaan panel surya rumah tangga, Bank Mandiri dengan pembiayaan PLTS industri, serta BNI dengan green loan untuk kendaraan listrik.
Di bagian akhir, infografis menjelaskan peran aktuaris dalam mendukung investasi energi hijau. Aktuaris menilai risiko proyek, baik risiko kegagalan menghasilkan energi maupun risiko gagal bayar, kemudian menentukan suku bunga pinjaman atau premi asuransi yang sepadan dengan tingkat risiko tersebut. Mereka juga menghitung break-even point, yaitu kapan proyek menutup biaya awal dan mulai memberikan keuntungan, serta melakukan analisis sensitivitas untuk melihat dampak perubahan cuaca, harga energi, maupun biaya teknologi terhadap kondisi keuangan proyek. Selain itu, aktuaris merancang produk asuransi khusus energi hijau, seperti asuransi untuk panel surya, turbin angin, dan berbagai fasilitas energi terbarukan lainnya, sehingga seluruh ekosistem green energy investment menjadi lebih terlindungi dan berkelanjutan.
Penulis / pembuat infografis:
Divie A. V. (061) – Airin T. O. (027) – Denia P. B. (069) – Mar’atus S. (102) – Jessica S. R. (086).