Kurikulum Program Studi Sarjana Sains Aktuaria Universitas Negeri Surabaya telah dirancang berdasarkan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yang menekankan capaian pembelajaran sebagai landasan utama penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum ini secara sistematis mengintegrasikan capaian sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus ke dalam seluruh mata kuliah yang ditawarkan. Capaian pembelajaran lulusan (CPL) seperti kompetensi aktuaria, kemampuan analisis risiko keuangan, dan penerapan ilmu aktuaria dalam sektor seni, olahraga, dan disabilitas telah disusun secara terstruktur dan dikaitkan langsung dengan profil lulusan. Ini mencerminkan pendekatan OBE yang fokus pada hasil akhir yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan studinya.
Dalam implementasinya, kurikulum ini memberikan penekanan pada pengalaman belajar yang aplikatif dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata melalui kegiatan seperti emancipated learning (MB-KM), praktikum laboratorium, proyek aktuaria, hingga skripsi. Mahasiswa dilatih untuk tidak hanya menguasai konsep teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan komputasi, analitik, dan riset dalam konteks multidisiplin, khususnya di bidang yang menjadi kekhasan program studi—Seni, Keolahragaan, dan Disabilitas. Dengan demikian, kurikulum ini mendukung pengembangan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing secara global sebagaimana dicanangkan dalam visi dan misi program studi.



Untuk menyelesaikan Program Studi Sarjana Sains Aktuaria di Universitas Negeri Surabaya, mahasiswa diwajibkan menempuh total 144 SKS yang terdiri dari mata kuliah wajib, pilihan, dan kegiatan emancipated learning (MB-KM). Kurikulum ini dirancang dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), sehingga setiap mata kuliah dikaitkan langsung dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL). Mahasiswa akan menempuh mata kuliah dasar seperti matematika, statistika, dan ekonomi, hingga mata kuliah keahlian khusus seperti asuransi, teori risiko, dan pemodelan aktuaria. Kurikulum ini juga menekankan integrasi antara teori dan praktik melalui praktikum, proyek, dan tugas akhir, serta memfasilitasi pengembangan kompetensi di bidang seni, olahraga, dan disabilitas sesuai dengan kekhasan program. Dengan struktur ini, lulusan diharapkan menjadi aktuaris profesional yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.